Kamis, 26 November 2020

Hari Perdamaian Internasional: Perdamaian Memberikan Kebahagiaan

Hari Perdamaian Internasional

Perdamaian Memberikan Kebahagiaan

 

            Hari Perdamaian Internasional diperingati setiap tanggal 21 September sejak tahun 1982 sebagai upaya perdamaian dunia yang secara khusus mengakhiri perang dan kekerasan. Hal ini ditetapkan melalui Majelis Umum PBB, Resolusi Nomor 55/282 tahun 1991. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan adanya Hari Perdamaian untuk memperingati dan memperkuat cita-cita perdamaian seluruh bangsa-bangsa di dunia. Pada tahun 2013, pertama kalinya momentum Perdamaian Internasional didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk Pendidikan perdamaian sebagai pencegahan penting untuk mencegah terjadinya peperangan berkelanjutan dikemudian hari. Ada 193 negara di dunia yang turut berkomitmen mewujudkan perdamaian dunia. Negara-negara anggota PBB tersebut sepakat bahwa penting untuk menciptakan Langkah-langkah demi mencapai pemerataan pembangunan sosial ekonomi dan hak akan perlindungan bagi setiap manusia.

Semua berkomitmen dalam membangun perdamaian di tengah perbedaan budaya masyarakat. Laki-laki maupun perempuan harus saling berkontribusi membangun perdamaian hingga membentuk kekuatan solidaritas global. Indonesia sebagai negara yang berdaulat memiliki peran yang penting dalam mewujudkan Perdamaian Dunia. Sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia bertekad untuk mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Indonesia memiliki jejak kontribusi yang baik terhadap Perdamaian Internasional, diantaranya:

a.     Konferensi Asia Afrika, sebagai salah satu pelopor lahirnya Konferensi Asia Afrika bersama Pakistan, India, Bangladesh, dan Myanmar dengan tujuan untuk menghimpun persatuan negara-negara Asia-Afrika yang baru merdeka saat itu, mempromosikan perdamaian, meningkatkan Kerjasama antar negara, dan mengakhiri segala bentuk penjajahan.

b.     Kontingen Garuda, sejak 1957 hingga saat ini. Indonesia bersama beberapa negara lainnya bersama-sama menjadi bagian yang turut terlibat dalam aksi mewujudkan misi perdamaian dunia.

c.     Gerakan Nonblok tahun 1961. Indonesia sebagai salah satu negara pelopor himpunan negara yang tidak beraliansi dengan negara-negara yang memiliki kekuatan besar dunia. Hal ini dilakukan tentunya untuk menghindari adanya konflik dan peperangan yang berkelanjutan. Perdamaian sebagai tujuan utama.

d.      Membentuk ASEAN tahun 1967. Indonesia sebagai salah satu pelopor berdirinya perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN dibentuk sebagai upaya membangun Kerjasama sosial, ekonomi, dan politik selruh negara di Asia Tenggara sehingga dapat tercipta perdamaian.

e.     Dewan Keamanan PBB. Pada tanggal 8 Juni 2018, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 bersama Jerman, Afrika Selatan, Belgia, dan Republik Dominika. Periode ini adalah keempatkalinya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang sebelumnya terlaksana untuk periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Kemudian, bagaimana kontribusi Pekerja Sosial dalam mewujudkan perdamaian dunia? Pekerja Sosial dapat menjalankan tugasnya sebagai manusia yang membantu mengembalikan keberfungsian sosial setiap individu hingga masyarakat yang lebih luas. Setiap manusia unik, setiap dari kita adalah bentuk kesempurnaan ciptaan Tuhan. Setiap individu memiliki Hak Asasi Manusia. Atas dasar hak asasi manusia, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan kebebasan mementukan pilihan hidup mereka. Pekerja sosial dapat bertindak dari setting mikro, mezzo, makro. Pekerja sosial dapat berperan sebagai edukator dan fasilitator, membantu masyarakat memahami diri mereka sendiri dan komunitas tempat tinggal mereka. Bertindak sebagai broker dan advokat untuk membantu masyarakat memperoleh hak mereka. Kemudian, turut ikut serta dalam perumusan kebijakan yang tepat dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Sesuai dengan tema Hari Perdamaian tahun 2020, yaitu “Membentuk Kedamaian Bersama”, momentum ini hadir untuk bersama-sama memerangi kondisi pandemic dengan menebarkan kasih sayang dan harapan yang terbaik. Harapan bahwa pandemic Covid-19 segera berakhir dan mengawali situasi dunia yang baru, budaya baru, dan tetap membangun perdamaian antar bangsa-bangsa. Indonesia bersama negara anggota PBB lainnya turut serta dalam upaya menghadapi pandemic melalui Alliance for Multilateralisme, penguatan Kerjasama Multilateral sebagai pembaruan komitmen global yang membahas mengenai kemanusiaan, siber, keterbukaan informasi, dan demokrasi, iklim, dan keamanan, gender, serta pandemic Covid-19.

 Kita yang tinggal di Indonesia dengan keberagaman budaya yang luar biasa penting untuk menciptakan perdamaian dengan bersikap baik minimal bagi keluarga dan orang-orang di lingkungan sekitar kita. Semakin banyak menebar kebaikan, semakin kuat solidaritas terbangun. Meskipun harus berjarak, bukan berarti tidak ada kekuatan yang dapat diciptakan. Setiap manusia unik, setiap dari kita adalah bentuk kesempurnaan ciptaan Tuhan. Mari kita satukan kekuatan untuk menghadapi pandemic Covid-19 tanpa ada diskriminasi, ujaran kebencian, ataupun pemberitaan hoax media sosial. Semua mengalami dampak pandemic sehingga penting bagi kita untu saling menguatkan dengan doa serta harapan yang terbaik.

 

Ditulis oleh: Rachmah Bekti Utami 

Untuk info atau tanya-tanya, via email aku yaa... 

rahmautami28@gmail.com 


Sumber Referensi:

“Dunia Hadapi Pandemi, Menlu Retno Tegaskan Multilateralisme Tetap Solusi Terbaik” Diakses melalui: https://kemlu.go.id/portal/id/read/1722/berita/dunia-hadapi-pandemi-menlu-retno-tegaskan-multilateralisme-tetap-solusi-terbaik

“Tentang Indonesia Pada DK PBB” Diakses melalui: https://kemlu.go.id/portal/id/read/148/halaman_list_lainnya/tentang-indonesia-pada-dk-pbb

TED TALK: HOW TO GAIN CONTROL OF YOUR FREE TIME by Laura Vanderkam

  TED TALK: HOW TO GAIN CONTROL OF YOUR FREE TIME by Laura Vanderkam   Link video: https://www.youtube.com/watch?v=n3kNlFMXslo I wrot...