Selasa, 30 Agustus 2022

Pernah Ditipu Supplier Baju Dari Batam: Ciri Penipu Yang Harus Kamu Ketahui

 

Pernah Ditipu Supplier Baju Dari Batam:

Ciri Penipu Yang Harus Kamu Ketahui

 

Sejak kapan kamu tau kalo bisnis reseller itu cukup menggiurkan?

Ya, aku tau bisnis reseller itu sejak aku duduk di bangku SMA kelas 1. Saat aku baru mulai mengenal social media, bernama Facebook dan Instagram.

Facebook adalah platform social media pertamaku saat itu. Aku mulai bikin akun dengan nama yang super alay seperti menambahkan beberapa kata Imoet, Akoe Si Imoet, Cantik Celalu. Aneh bukan, kalau kata-kata itu menjadi username di Facebook. Tapi, ya begitulah pada masanya heboh dimana orang-orang banyak membuat akun Facebook dengan sepanjang dan seaneh mungkin supaya beda dari akun-akun yang lain.

Instagram. Sepertinya aku ingat kalau Instagram ini adalah platform social media keduaku yang ku buat untuk ajang pamer foto. Kamu harus tau kalo aku sempet dimarahin dan enggak dibolehin bikin akun Instagram sama kakak sepupu aku lhoo, Cuma alas an kalo Instagram itu Cuma tempat ajang pamer foto diri sendiri. Padahal masa itu juga spec kamera juga belum terlalu bagus, mana kepikiran buat pamer-pamer foto. Posting aja jarang banget haha..

Kalau diinget-inget tahunnya, itu sekitar tahun 2014 deh kayaknya. Wow, bahkan aku bikin blog dan posting pertama kali juga di tahun 2014. Time flies so fast.

Back to Facebook, di sana aku banyak nemuin temen-temen aku ketimbang di Instagram. Karena banyak yang merasa bahwa Facebook jauh lebih mudah digunakan daripada Instagram. Facebook juga bisa membuat grup yang berisi lebih dari 30 orang dan membahas topik tertentu untuk saling berbagi cerita.

Kalau Instagram, aku bahkan menemukan banyak akun-akun bisnis yang menjual banyak barang dan kebutuhan primer, dari sembako, jual beli rumah, baju, makanan, dan minuman. Meskipun di Facebook juga banyak yang posting barang dagangan, tetapi aku merasa lebih suka visualisasi di Instagram.

Instagram memberikan penataan gambar yang teratur dan mudah dilihat disbanding dengan Facebook yang menyajikan lebih banyak tulisan daripada hanya focus pada gambar. Meski terlihat hanya hambar produk, tetapi Instagram menyajikan ruang caption di bawah gambr yang bisa dilihat oleh orang-orang yang ingin mengetahui tentang produk itu.

Lalu, gimana ceritanya bisa kena tipu pas join Reseller Baju?

Ini cerita yang menarik sih buat aku. Aku enggak tau yang Namanya jualan dan menghasilkan uang di saat aku baru masuk jadi anak SMA. Yang aku pikirin itu Cuma gimana caranya aku bisa punya baju bagus, tapi bisa dapet uang juga. Kalo bikin baju enggak mungkin, aku enggak jago jahit menjahit apalagi membuat pola-pola dress cantik buat pakaian Wanita.

Sementara aku sekolah, aku punya tanggungjawab utama untuk belajar dan mendapatkan nilai yang bagus agar aku bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Aku tidak bisa begitu aja berada di tempat yang nyaman cuma mikirin berangkat sekolah, belajar, pulang, dan berulang lagi. Aku kepo sama orang-orang yang bisa pakai baju bagus, tapi uang saku tetap aman jaya dan bisa makan enak. Aku juga kepikiran gimana caranya para orang tua ku dan teman-temanku itu bisa selalu punya uang untuk kasih uang saku harian ke anak-anaknya.

Darimana uang mereka berasal? Gimana caranya biar bisa punya sendiri tanpa harus minta pas aku lahgi kekurangan atau pas lagi kepengen beli satu baju yang emang aku suka banget pas liat baju itu. Enggak butuh baju banyaterk, kadang aku Cuma pengen beli satu baju itu aja.

Nah, terus pas aku coba scroll-scroll Instagram, cari dari berbagai kata kunci tentang baju, aku nemu banyak akun bisnis yang menjual baju-baju lucu, dress cantik yang rasanya pengen banget aku pakai baju itu. Seriusan deh kayak yang mikirnya di pusat grosir baju enggak ada nih, di mall kayaknya aku jarang banget nemu baju-baju dress semacam tunik dan baju pesta juga outer rajutan di mall-mall sekitar daerah tempat tinggalku.

Bisa kebayang kan masih bocah terus pengen bisa dress-up karena foto-foto model baju yang ada di Instagram.

Setelah scrolling cukup lama, akhirnya aku nemu 2-3 akun yang memang menjual pakaian cukup banyak, likes dan followersnya pun banyak. Testimoni hasil penjualan juga banyak dan menurut aku cukup membuktikan kalau barang yang dijual itu real dan dapat dipercaya.

Ternyata itu salah teman-teman!

Salah banget deh pilih di supplier yang satu ini. Aku baru sadar kalo akunnya tuh berganti-ganti nama usernya, ganti dalam jangka waktu 3-4 minggu setelah aku order. Ya, ini produknya aku ambil dari Batam.

Kenapa aku ambil produk dari Batam?

Pertama, karena barangnya yang terkenal murah.

Kedua, barang yang dijual dari Batam apalagi sisa stok impor itu kualitasnya memang bagus.

Ketiga, menawarkan paketan tanpa ongkir kalau beli barang minimal Rp500.000,- sampai Rp1.000.000,-

Keempat, sudah banyak testimoni penjualan dari akun bisnis tersebut dan memberikan kontak nomor Whatsapp agar bisa dihubungi, dikonfirmasi barangnya.

Kelima, pemilik akun tersebut fast respons dan memberikan foto serta video produk yang mereka jual.

Keenam, ada produk yang dijual dengan system PO karena barangnya impor tapi turun harga sampai 40% karena barang sortiran toko. Barang yang sejenis ini kalau memang betul dijual, biasanya memang bagus lhoo, kayak thrifting era sekarang yang cukup banyak diminati anak-anak muda.

Setelah order dan berjalan waktu selama 3 minggu, bagaimana kondisinya?

Nihil. Tidak ada info apa-apa. Tidak ada kabar. Tidak ada konfirmasi barang yang di PO. Tidak ada kabar pengiriman. Dan bener-bener loss contact. Whatsapp dah enggak aktif padahal minggu sebelumnya masih aktif dan bisa dihubungi. Sampai udah masuk minggu keempat atau 1 bulan, ternyata instagramnya pun hilang, tapi aku cek ada satu akun Instagram baru yang sebelumnya aku tuh enggak merasa follow sama sekali.

Aku udah curiga banget ini pasti nama akunnya diubah. Terus mereka juga nih ganti nomor kontak Whatsapp. Dan ku hubungi ternyata beneran nyambung. Pas nyoba reorder dan ketauan barang yang dijual ternyata memang sama, udah darisitu aku percaya ini penipuan belanja online yang jauh di sana dengan banderol harga produk yang jauh lebih murah dari harga pasar.

Ya, dari cerita aku ini aku harap kalian lebih berhati-hati ya dalam berbelanja online apalagi ambil supplier dari pulau sebrang yang jauh dan menjual dengan harga di bawah pasar.

Kenapa mesti berhati-hati?

Karena masih banyak akun-akun bisnis di berbagai platform social media yang menyajikan demikian. Cara jualan yang murahan dan modus tipu daya testimoni. Aku rasa itu tidak perlu. Capek bikin bukti testimoninya karena ujungnya sama dan orang lama-lama juga bakalan notice kalau mereka ditipu.

Ciri akun jualan kemungkinan penipu yang harus kamu hindari:

(1)     Jualan di bawah harga pasar.

(2)   Testimoni produk mirip atau bahkan sama. Cari celahnya cari apakah itu dari chat testimoni yang sama atau tidak.

(3)   Nomor Whatsapp dapat dihubungi kapanpun meskipun di luar jam operasional. Jika hanya diketahui order by Whatsapp, enggak ada link e-commerce nya, pastikan cek dulu di GetContact biar lebih praktis ngetes nomor akun itu.

(4)   Posting testimoni dan barang yang sama tiap hari. Ini perlu diwaspadai ya, akun-akun yang kayak gini kehabisan ide buat posting dagangan karena emang enggak ada barang yang dijual.

(5)   Meyakinkan pembeli dengan berbagai tawaran gratis ongkir, gift, paketan produk + free produk yang bisa didapat, dan sejenisnya.

(6)   Melakukan system PO tanpa ada kejelasan waktu kapan barang yang di PO akan tiba.

Yap, itu dia yang bisa ku sharing tentang pengalaman aku jadi Reseller yang kena tipu sampai jutaan demi bisa mulai bisnis Reseller sambal sekolah. Setelah transaksi untuk beli produk ini, beneran deh rasanya seneng banget bisa mulai belajar jualan lhoo.

Tapi, seteah satu bulan kemudian, rasanya aku harus kembali menghemat uang jajan agar aku bisa makan makanan yang ku pengen dan tetep bisa beli baju di toko offline yang bagus buat main sama temen-temen. Fashion enggak harus baru kalo buat main, tapi seenggaknya bisa punya pakaian yang layak untuk digunain pas event-event tertentu entah di sekolah ataupun di luar event sekolah.

Sekian cerita dari aku. Bantu support juga ya di YouTube aku, “Ramira Story” https://www.youtube.com/channel/UCL66iKD35l6pQHZYyvRxtDA dan mampir ke Instagrama ku di @rachma_utami. See you…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share info atau tanya? Tulis di kolom komentar ya..

TED TALK: HOW TO GAIN CONTROL OF YOUR FREE TIME by Laura Vanderkam

  TED TALK: HOW TO GAIN CONTROL OF YOUR FREE TIME by Laura Vanderkam   Link video: https://www.youtube.com/watch?v=n3kNlFMXslo I wrot...