Kamis, 01 September 2022

Perjalanan Menyenangkan ke Seoul, Korea Selatan Yang Tak Terduga-Duga

 

Perjalanan Menyenangkan ke Seoul, Korea Selatan Yang

Tak Terduga-Duga

            Cerita ini ditulis untuk mengenang masa indah yang tak terlupakan sembari berbagi cerita kepada siapa yang mungkin ingin pergi ke Seoul. Menariknya perjalanan ini sangatlah tidak direncanakan dengan matang untuk pergi ke sana, karena aku ke sana bukan untuk liburan semata melainkan pergi untuk belajar budaya dalam rangka event pertukaran mahasiswa. Aku dari Universitas Indonesia sendiri, sedangkan yang lain dating dari berbagai universitas dan dari beragam jurusan yang berbeda pula.

Lalu, apakah hanya mahasiswa dari Indonesia saja kah yang ikut event ini?

Tentu tidak. Saat sudah sampai di Seoul, aku berkumpul Bersama mahasiswa lainnya dari Nepal dan Jepang. Totalnya, kami bertiga puluh mahasiswa.

Berapa lama di Seoul?

Kalau dihitung dengan waktu perjalanan berangkat dan pulang, aku 10 hari. Aku berangkat 2 hari lebih awal dari jadwal event ini karena ingin eksplor lebih lama di Seoul.

Kapan sih event ini berlangsung?

Jujur, event ini sudah lama sekali. Tahun 2018 awal, di akhir Februari – awal Maret, masih musim salju kala itu.

Musim salju yang indah di Seoul, bukan?

 

(GAMBAR KOTA DISELIMUTI SALJU)

 

Aku bahkan tidak terpikirkan sama sekali, event ini akan berada di musim apa. Saat 2 minggu sebelum keberangkatan, ada pemberitahuan untuk menyiapkan baju yang hangat sekaligus perlengkapan obat-obatan lainnya.

Untuk aku yang belum pernah merasakan bagaimana dinginnya musim salju di Korea Selatan, tentu aku panik tentang pakaian yang seperti apa yang harus aku bawa untuk dipakai di sana. Coat, sweater, baju/ outer berbahan tebal seperti fleece atau rajut, sarung tangan, kaus kaki dan sepatu khusus di musim salju.

Banyak banget dong.

Iya banyak banget sampai makan tempat di koper ukuran 30 inchi. Untungnya belum sampai trip 1 bulan, jadi masih aman slot koper untuk jajanan Korea Selatan.

Balik ke event dulu yaa..

Event ini khusus dibuat untuk belajar Kebudayaan dan Bahasa Korea Selatan, sembari memperkenalkan juga Kebudayaan dan Bahasa Indonesia. Tentu sangat menarik kan, kami para mahasiswa dari Indonesia dengan antusias memperkenalkan Batik Indonesia dengan tari-tarian khas Indonesia lengkap dengan atribut seragam batiknya.

Event ini seru banget deh, kami berkeliling Seoul seperti ke Namsan Seoul Tower, Myeongdong Street, Insadong, Gyeongbeokgung Palace, Gangnam, mengunjungi Seoul National University, dan kami tinggal di Yangpyeong.

 

(GAMBAR SNU, BAJU TRADISIONAL KOREA & INDO, NAMSAN SEOUL, PALACE)

 

Dulu, aku ini enggak terlalu paham sama yang namanya trend-trend dari Korea lhoo.. paling familiar aja sama Kpop, Super Junior dan beberapa Drama Korea. Kalau sekarang dah enggak asing lagi deh sama Korea-Koreaan semenjak BTS mendunia dan jadi booming. Semua hal dikaitkan dengan Korea-an, pusat fashion melihatnya sekarang ke Korean Fashion Inspo, makanan khas Korea, hingga rela belajar bahas Korea supaya bisa ngobrol sama Idol pas fanmeeting.

Buat kalian yang merasa begitu, tidak masalah kok. Selama itu positif, tidak masalah untuk menyukai Kebudayaan dan Bahasa dari luar negara kalian, tetapi harus tetap cinta negeri sendiri ya.

Ceritain perjalanannya dong dari Indonesia ke Korea, habis berapa banyak biayanya? Apply sponsor juga kah?

Kayaknya 2 pertanyaan itu adalah pertanyaan yang [paling sering dilontarkan ke aku. Biaya sebenarnya relative ya, karena untuk uang saku bener-bener ditanggung sendiri. Bayar untuk event ini adalah bayar dengan harga yang cukup murah menurut aku.

Penginapan itu sekitar 400.000 won untuk 2 malam 2 orang. Kemudian, makan juga masih relative murah, seperti; air mineral harganya 1.200-1.500 won, Korean Street Food nya mulai dari 2000 won, makanan berat bisa sampai 15.000-20.000 won bisa untuk 2 orang karena porsi aku dan temen aku terbilang kecil, sedangkan itu adalah satu porsinya orang Korea.

Kimchi dan toppokki ya jangan dilupakan, pasti selalu ada 2 makanan itu deh. Kalau kalian Muslim, pastikan sebelum makan, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka menyediakan menu babi atau tidak.

 

(GAMBAR KIMCHI & TOPPOKKI)

 

Tips dari aku untuk yang Muslim biar bisa makan makanan halal, cari restoran vegan food. Mereka biasanya tidak menyediakan makanan olahan babi ataupun menggunakan minyak babi. Tetapi, kalian tidak bisa makan seperti ayam atau daging sapi. Kalau misalnya kalian kurang suka dengan makanan Korea, coba cari makanan-makanan Warung Nusantara atau Middle East. Ini jauh lebih meyakinkan kalau restoran itu halal.

Balik lagi ya temen-temen, kalau terpaksa bener-bener laper dan kepepet, bisa langsung ke minimarket, seperti 7Eleven beli onigiri cari yang isi Tuna Mayo atau Chicken. Bismillah aja ya temen-temen, halal.

 

(GAMBAR ONIGIRI)

 

Nah, yang terpenting dari semua bentuk pengeluaran adalah Tiket Pesawat dan Visa ya. Visa aku bikin hampir satu jutaan deh karena aku belum pernah ke luar negeri dan pertama kali bikin tuh katanya memamng mahal dan agak susah prosesnya. By the way, visa aku dibantuin urus sama temen aku sekalian sama dia dan temennya urus visa Korea juga, jadi sekalian biar lebih mudah di accept nya.

Visa yang di apply visa apa?

Visa turis ya tetep. Karena bukan ke Korea dengan tujuan untuk belajar di satu universitas tertentu dalam kurun waktu lebih dari 3 bulan.

Tiket pesawat, apply sponsor kah?

Aku enggak apply sponsor, tapi joinan sama temen aku dari beda universitas, alias temen baru dari peserta event ini untuk cari bantuan tiket yang murah banget atau dibantu untuk gimana caranya biar bisa Cuma bayar paling enggak 50% dari harga aslinya.

Nah, kebetulan banget, Alhamdulillahnya, aku dan temenku bisa naik Asiana Airlines pas ke Korea dan naik Korean Airlines saat balik ke Indonesia dengan harga awal sekitar Rp8.500.000,-an pertiket untuk sekali keberangkatan, jadi Cuma Rp4.500.000,- sudah PP (pulang-pergi). Kalian bisa joinan sama temen ya, cari kenalan dulu, coba networking, dan bilang maksud kalian. Untuk bisa dapetin harga segini, bener-bener jarang banget, kecuali bisa negosiasi untuk minimal 4 orang dengan biaya potongan sampai 50%-an gini.

Seru sih kak bisa ke luar negerio, tapi takut gak sih di tempat baru, kenal orang baru juga. Kenapa bisa mau aja gitu dan berani ikutan event kayak gini?

Well, pertanyaan ini juga cukup menarik untuk dijawab. Aku tipe orang yang suka banget ketemu orang banyak. Dengan ketemu orang banyak, aku bisa punya temen baru, bisa ngobrol buat bicarakan banyak hal, bukan tentang hal pribadi melainkan sharing tentang experience life nya orang lain. Kita hidup di dunia in ikan sementara, tapi selama hidup kita kan juga mengalami banyak lika-liku.

Gimana caranya kitab isa melalui lika-liku itu dengan beragam orang dan masalah yang tak terduga. Barangkali, saat aku bertemu dengan orang lain dan sharing our experience life, aku bisa punya banyak inside tentang masalah yang mungkin terjadi di masa depan.

Kita enggak akan pernah tau kejadian seperti apa yang harus kita hadapi. Bisajadi, kita masalah kita serupa dengan orang yang sebelumnya kita temui dan akhirnya, kita enggak panik saat masalah itu dating ke kita. Kita bisa dengan lebih santai menghadapi masalah itu. Bukan menyepelekan, setidaknya kita bisa hadapi dengan kepala dingin dan memperkirakan risiko seperti apa yang akan kita hadapi.

Hal terpenting dari semua hal tentang sharing experience life itu, aku berpikir kalau kita enggak punya banyak waktu untuk bisa belajar banyak hal sendiri sepanjang umur kita. Terkadang kita perlu belajar dari orang lain yang lebih dulu mengalami permasalahan tertentu dan membuat diri kita instropeksi diri apakah kita demikian atau Ketika kita berada dalam masalah yang serupa, kita bisa cari jalan keluarnya dengan mudah. Serupa ya, serupa bukan berarti sama persis.

Keseruan tantang bertemu banyak orang dan saling berbagi cerita, itulah yang membuat aku merasa senang untuk ikut banyak kegiatan yang mengharuskan bertemu langsung dengan orang lain. Ini membuat energi ku kembali semangat lagi. Capek fisik mungkin iya, tapi kesempatan mungkin tidak akan datang 2x dan capek fisik bisa diobati dengan istirahat terlebih dahulu, nanti dilanjutkan kembali.

Sama halnya dengan keingintahuanku tentang motif orang-orang ingin belajar tentang kebudayaan dan Bahasa dari negara lain itu apa, mengapa mereka suka traveling, atau mengapa mereka memilih untuk mengorbankan uang jajannya untuk ke luar negeri demi mendapatkan pengalaman yang berbeda dari mahasiswa pada umumnya.

Untuk kalian yang tidak menyukai kegiatan yang mengharuskan bertemu banyak orang, kalian bisa cari tahu apa yang membuat kalian semangat menjalani hidup ini, terus semangat untuk melakukan sesuatu meski itu lelah.

Oke sekian dulu cerita dari aku. Mampir juga yuk ke Channel YouTube aku di “Ramira Story” dan juga Instagram di @rachma_utami.

See you di next story aku ya!

#ramirastory #everythingcanbeastory #memoria

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share info atau tanya? Tulis di kolom komentar ya..

TED TALK: HOW TO GAIN CONTROL OF YOUR FREE TIME by Laura Vanderkam

  TED TALK: HOW TO GAIN CONTROL OF YOUR FREE TIME by Laura Vanderkam   Link video: https://www.youtube.com/watch?v=n3kNlFMXslo I wrot...