Selasa, 30 Agustus 2022

Pernah Ditipu Supplier Baju Dari Batam: Ciri Penipu Yang Harus Kamu Ketahui

 

Pernah Ditipu Supplier Baju Dari Batam:

Ciri Penipu Yang Harus Kamu Ketahui

 

Sejak kapan kamu tau kalo bisnis reseller itu cukup menggiurkan?

Ya, aku tau bisnis reseller itu sejak aku duduk di bangku SMA kelas 1. Saat aku baru mulai mengenal social media, bernama Facebook dan Instagram.

Facebook adalah platform social media pertamaku saat itu. Aku mulai bikin akun dengan nama yang super alay seperti menambahkan beberapa kata Imoet, Akoe Si Imoet, Cantik Celalu. Aneh bukan, kalau kata-kata itu menjadi username di Facebook. Tapi, ya begitulah pada masanya heboh dimana orang-orang banyak membuat akun Facebook dengan sepanjang dan seaneh mungkin supaya beda dari akun-akun yang lain.

Instagram. Sepertinya aku ingat kalau Instagram ini adalah platform social media keduaku yang ku buat untuk ajang pamer foto. Kamu harus tau kalo aku sempet dimarahin dan enggak dibolehin bikin akun Instagram sama kakak sepupu aku lhoo, Cuma alas an kalo Instagram itu Cuma tempat ajang pamer foto diri sendiri. Padahal masa itu juga spec kamera juga belum terlalu bagus, mana kepikiran buat pamer-pamer foto. Posting aja jarang banget haha..

Kalau diinget-inget tahunnya, itu sekitar tahun 2014 deh kayaknya. Wow, bahkan aku bikin blog dan posting pertama kali juga di tahun 2014. Time flies so fast.

Back to Facebook, di sana aku banyak nemuin temen-temen aku ketimbang di Instagram. Karena banyak yang merasa bahwa Facebook jauh lebih mudah digunakan daripada Instagram. Facebook juga bisa membuat grup yang berisi lebih dari 30 orang dan membahas topik tertentu untuk saling berbagi cerita.

Kalau Instagram, aku bahkan menemukan banyak akun-akun bisnis yang menjual banyak barang dan kebutuhan primer, dari sembako, jual beli rumah, baju, makanan, dan minuman. Meskipun di Facebook juga banyak yang posting barang dagangan, tetapi aku merasa lebih suka visualisasi di Instagram.

Instagram memberikan penataan gambar yang teratur dan mudah dilihat disbanding dengan Facebook yang menyajikan lebih banyak tulisan daripada hanya focus pada gambar. Meski terlihat hanya hambar produk, tetapi Instagram menyajikan ruang caption di bawah gambr yang bisa dilihat oleh orang-orang yang ingin mengetahui tentang produk itu.

Lalu, gimana ceritanya bisa kena tipu pas join Reseller Baju?

Ini cerita yang menarik sih buat aku. Aku enggak tau yang Namanya jualan dan menghasilkan uang di saat aku baru masuk jadi anak SMA. Yang aku pikirin itu Cuma gimana caranya aku bisa punya baju bagus, tapi bisa dapet uang juga. Kalo bikin baju enggak mungkin, aku enggak jago jahit menjahit apalagi membuat pola-pola dress cantik buat pakaian Wanita.

Sementara aku sekolah, aku punya tanggungjawab utama untuk belajar dan mendapatkan nilai yang bagus agar aku bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Aku tidak bisa begitu aja berada di tempat yang nyaman cuma mikirin berangkat sekolah, belajar, pulang, dan berulang lagi. Aku kepo sama orang-orang yang bisa pakai baju bagus, tapi uang saku tetap aman jaya dan bisa makan enak. Aku juga kepikiran gimana caranya para orang tua ku dan teman-temanku itu bisa selalu punya uang untuk kasih uang saku harian ke anak-anaknya.

Darimana uang mereka berasal? Gimana caranya biar bisa punya sendiri tanpa harus minta pas aku lahgi kekurangan atau pas lagi kepengen beli satu baju yang emang aku suka banget pas liat baju itu. Enggak butuh baju banyaterk, kadang aku Cuma pengen beli satu baju itu aja.

Nah, terus pas aku coba scroll-scroll Instagram, cari dari berbagai kata kunci tentang baju, aku nemu banyak akun bisnis yang menjual baju-baju lucu, dress cantik yang rasanya pengen banget aku pakai baju itu. Seriusan deh kayak yang mikirnya di pusat grosir baju enggak ada nih, di mall kayaknya aku jarang banget nemu baju-baju dress semacam tunik dan baju pesta juga outer rajutan di mall-mall sekitar daerah tempat tinggalku.

Bisa kebayang kan masih bocah terus pengen bisa dress-up karena foto-foto model baju yang ada di Instagram.

Setelah scrolling cukup lama, akhirnya aku nemu 2-3 akun yang memang menjual pakaian cukup banyak, likes dan followersnya pun banyak. Testimoni hasil penjualan juga banyak dan menurut aku cukup membuktikan kalau barang yang dijual itu real dan dapat dipercaya.

Ternyata itu salah teman-teman!

Salah banget deh pilih di supplier yang satu ini. Aku baru sadar kalo akunnya tuh berganti-ganti nama usernya, ganti dalam jangka waktu 3-4 minggu setelah aku order. Ya, ini produknya aku ambil dari Batam.

Kenapa aku ambil produk dari Batam?

Pertama, karena barangnya yang terkenal murah.

Kedua, barang yang dijual dari Batam apalagi sisa stok impor itu kualitasnya memang bagus.

Ketiga, menawarkan paketan tanpa ongkir kalau beli barang minimal Rp500.000,- sampai Rp1.000.000,-

Keempat, sudah banyak testimoni penjualan dari akun bisnis tersebut dan memberikan kontak nomor Whatsapp agar bisa dihubungi, dikonfirmasi barangnya.

Kelima, pemilik akun tersebut fast respons dan memberikan foto serta video produk yang mereka jual.

Keenam, ada produk yang dijual dengan system PO karena barangnya impor tapi turun harga sampai 40% karena barang sortiran toko. Barang yang sejenis ini kalau memang betul dijual, biasanya memang bagus lhoo, kayak thrifting era sekarang yang cukup banyak diminati anak-anak muda.

Setelah order dan berjalan waktu selama 3 minggu, bagaimana kondisinya?

Nihil. Tidak ada info apa-apa. Tidak ada kabar. Tidak ada konfirmasi barang yang di PO. Tidak ada kabar pengiriman. Dan bener-bener loss contact. Whatsapp dah enggak aktif padahal minggu sebelumnya masih aktif dan bisa dihubungi. Sampai udah masuk minggu keempat atau 1 bulan, ternyata instagramnya pun hilang, tapi aku cek ada satu akun Instagram baru yang sebelumnya aku tuh enggak merasa follow sama sekali.

Aku udah curiga banget ini pasti nama akunnya diubah. Terus mereka juga nih ganti nomor kontak Whatsapp. Dan ku hubungi ternyata beneran nyambung. Pas nyoba reorder dan ketauan barang yang dijual ternyata memang sama, udah darisitu aku percaya ini penipuan belanja online yang jauh di sana dengan banderol harga produk yang jauh lebih murah dari harga pasar.

Ya, dari cerita aku ini aku harap kalian lebih berhati-hati ya dalam berbelanja online apalagi ambil supplier dari pulau sebrang yang jauh dan menjual dengan harga di bawah pasar.

Kenapa mesti berhati-hati?

Karena masih banyak akun-akun bisnis di berbagai platform social media yang menyajikan demikian. Cara jualan yang murahan dan modus tipu daya testimoni. Aku rasa itu tidak perlu. Capek bikin bukti testimoninya karena ujungnya sama dan orang lama-lama juga bakalan notice kalau mereka ditipu.

Ciri akun jualan kemungkinan penipu yang harus kamu hindari:

(1)     Jualan di bawah harga pasar.

(2)   Testimoni produk mirip atau bahkan sama. Cari celahnya cari apakah itu dari chat testimoni yang sama atau tidak.

(3)   Nomor Whatsapp dapat dihubungi kapanpun meskipun di luar jam operasional. Jika hanya diketahui order by Whatsapp, enggak ada link e-commerce nya, pastikan cek dulu di GetContact biar lebih praktis ngetes nomor akun itu.

(4)   Posting testimoni dan barang yang sama tiap hari. Ini perlu diwaspadai ya, akun-akun yang kayak gini kehabisan ide buat posting dagangan karena emang enggak ada barang yang dijual.

(5)   Meyakinkan pembeli dengan berbagai tawaran gratis ongkir, gift, paketan produk + free produk yang bisa didapat, dan sejenisnya.

(6)   Melakukan system PO tanpa ada kejelasan waktu kapan barang yang di PO akan tiba.

Yap, itu dia yang bisa ku sharing tentang pengalaman aku jadi Reseller yang kena tipu sampai jutaan demi bisa mulai bisnis Reseller sambal sekolah. Setelah transaksi untuk beli produk ini, beneran deh rasanya seneng banget bisa mulai belajar jualan lhoo.

Tapi, seteah satu bulan kemudian, rasanya aku harus kembali menghemat uang jajan agar aku bisa makan makanan yang ku pengen dan tetep bisa beli baju di toko offline yang bagus buat main sama temen-temen. Fashion enggak harus baru kalo buat main, tapi seenggaknya bisa punya pakaian yang layak untuk digunain pas event-event tertentu entah di sekolah ataupun di luar event sekolah.

Sekian cerita dari aku. Bantu support juga ya di YouTube aku, “Ramira Story” https://www.youtube.com/channel/UCL66iKD35l6pQHZYyvRxtDA dan mampir ke Instagrama ku di @rachma_utami. See you…

Kerja Cuma Modal Punya Instagram dan TikTok Aja, Bisa Banget

 

Kerja Cuma Modal Punya Instagram dan TikTok Aja, Bisa Banget

            Zaman sekarang siapa sih yang enggak tau soal social media satu ini. Apalagi aplikasi viral sejuta umat, Instagram dan TikTok. Dari sekian banyak aplikasi chating dan showing pictures, Instagram dan TikTok masih menjadi yang paling top diantara semuanya.

Twitter juga hype banget kok kak, kenapa enggak di mention?

Iya betul, Twitter hype juga, tapi Twitter enggak sevisual Instagram dan TikTok tampilannya. Twitter juga kecenderungannya lebih kepada update informasi terkini yang lagi trending dengan tools hastag sesuai dengan isu yang sedang diangkat.

Emang kenapa sih orang-orang suka banget main Instagram sama TikTok? Nah setiap aplikasi yang dibuat, mengumpulkan orang-orang dengan behavior yang berbeda. Instagram itu lebih banyak memberikan ruang untuk foto baik itu format square 1:1 atau 3:4 ratio beserta video singkat di story dan di postingan feed. TikTok ini lebih banyak kepada video durasi singkat, maksimal sekarang sudah bisa sampai 5 menit. Melebihi itu tidak bisa diupload.

Orang-orang yang menyukai TikTok juga cenderung menyukai video yang berdurasi paling lama 3 menit saja. Melebihi 3 menit, audiens TikTok biasanya udah bosen, kecuali untuk cuplikan-cuplikan drama Korea, drama China, drama Thailand, atau News.

Nah sekarang kita bahas gimana caranya Instagram dan TikTok bisa dijadikan platform untuk kita bekerja dan menghasilkan uang?

Kalian pernah denger istilah Influencer? Atau orang yang mampu mempengaruhi audience terhadap sesuatu.

Sebagian besar dari mereka menggunaka social media sebagai tempat untuk ekspos tentang aktivitas, lifestyle, dan tempatnya para content creator. Kerjaan di social media yang dimaksud ini adalah sebagai content creator tentunya. Namun, tidak semua yang mengelola Instagram dan TikTok itu content creator. Ada bagian lainnya seperti Social Media Officer, Social Media Marketing Team, Content Manager (tidak terlibat langsung membuat konten, melainkan membuat postingan produk atau informasi).

Apakah ini mudah untuk dijalankan? Tentu tidak semudah yang kalian bayangkan.

Tidak selalu apa yang terlihat simple, dikerjakan dengan simple juga. Butuh planning, ide kreatif, design skill, dan konsistensi posting konten dengan beragam tema yang mampu menarik banyak orang untuk mampir ke laman akun Instagram dan TikTok kita.

Kalau kalian udah bisa menarik banyak orang yang dating dan follow ke laman akun kalian, pastikan kalian tetap bisa konsisten menunjukan minat kalian di social media tersebut. Karena kalau berhenti dalam waktu lama, bisa jadi orang tidak tertarik untuk tetap tinggal di laman kita dan beralih ke akun lain yang lebih aktif dan lebih menarik.

Hal yang paling sulit dilakukan adalah menyesuaikan waktu dan terus konsisten untuk mengisi konten di laman social media. Untuk kalian yang suka jadi Influencer, buatlah sekonsisten mungkin dengan ciri khas kalian sendiri agar orang-orang juga mengingat kalian dengan konten-konten yang udah kalian buiat.

Untuk kalian yang lebih suka berada di balik layer social media, maka bisa ambil pekerjaan yang mengurus tentang produk/jasa. Akun bisnis dimana kalian bekerja dengan orang lain yang menyediakan produk/jasa untuk dijual. Kemudian, kalian tetap harus mengikuti rangkaian step, dari riset, planning konten, eksekusi dalam pembuatan konten, memnetukan waktu posting, update progress social media, marketing, monitoring, dan evaluasi dari semua kegiatan pengelolaan social media tersebut.

Semua membutuhkan effort, semua perlu dilakukan dengan waktu, pikiran, dan juga tenaga kalian. Tidak ada pekerjaan yang tidak mengorbankan semua hal itu. Kalau kalian suka mengelola social media, aku yakin kalian enggak ngerasa capek, justru lebih menyenangkan untuk bekerja mengelola postingan yang mana kalian bisa menempatkan diri sebagai audience dan juga pengelola konten tersebut.

Pengalaman aku bekerja kelola konten gimana?

Sungguh sangat melelahkan. Kenapa melelahkan? Melelahkan menurutku karena mengelola konten untuk diri sendiri dan juga akun bisnis milik orang lain sekaligus kuliah. Di waktu yang bersamaan, kalian harus memikirkan juga gimana meluangkan waktu untuk bekerja dan tanggung jawab kuliah ya. Tapi, menyenangkan juga karena kitab isa pantau kerjaan kita sendiri dari akun pribadi kita dan bisa mencoba menilai juga Ketika kita menempatkan diri sebagai pembaca atau penikmat konten social media tersebut.

Kalau aku tidak terlalu sibuk di backstage jadi tim pengelola, maka akan aku gunakan Sebagian waktuku untuk membuat konten pribadi di social mediaku. Menyenangkan bukan? Kalian enggak perlu banyak belajar lagi dari nol untuk bisa urus kerjaan kalian.

Sekarang ada banyak banget lhoo lowongan pekerjaan bagian Social Media Manager. Gajinya juga kisaran UMR. Kalian bisa banget coba untuk menambah pengalaman kalian di dunia social media. Yuk, Cobain dan coba explore di kerjaan ini!

Thank you for reading my blog. Visit my YouTube Channel too, “Ramira Story” https://www.youtube.com/channel/UCL66iKD35l6pQHZYyvRxtDA . Subscribe channel aku ya. Untuk yang mau kenal lebih lanjut bisa mampir ke Instagram aku di @rachma_utami ya. See you….

 

Selasa, 23 Agustus 2022

Kerja dari Semester 3 Pas Jadi Mahasiswa, Bisa?

 

Kerja dari Semester 3 Pas Jadi Mahasiswa, Bisa?

                Orang-orang yang memikirkan gimana caranya biar bisa tetep kuliah dan punya uang, pasti akan terpikirkan untuk mencari uang disela-sela waktu kuliah dan waktu mainnya. Waktu main bisa tetep jalan dan kerjaan juga bisa jalan. Hal yang paling mudah untuk dilakuin Ketika kamu masih jadi mahasiswa baru adalah mulailah cari freelance di tempat kuliahan. Ikut banyak kegiatan yang menghasilkan di kampus jauh lebih mudah karena kegiatanmu bisa di kontrol meskipun jadwal kuliahmu padat. Karena biasanya kalua freelance nya masih di lingkungan kampus, akan lebih di toleransi dengan padatnya jadwal kuliah. Contoh kegiatan yang menghasilkan di kampus diantaranya, mengikuti asistensi project dosen, ikut event bisnis kampus, menjadi tutor untuk adik tingkat di mata kuliah tertentu, dan mengadakan bazar kampus. Selain untuk menunjang keuanganmu, kamu juga punya kesempatan lebih besar untuk bisa bersosialisasi dengan teman-teman lain di luar jurusanmu. Tentunya, kamu juga bisa menambah relasimu lhoo. Kalau kamu Cuma kuliah aja rasanya kurang menarik deh. Pasti kita juga butuh temen kan untuk bisa bersosialisasi dan networking lebih luas daripada Cuma sama temen kelas aja.

                Terus gimana kalau aku bosen nih sama kegiatan-kegiatan yang ada di kampus? Ada gak sih kegiatan yang bisa dilakuin di luar kampus dan bisa menghasilkan uang?

                Tentu ada. Namun, sebelum kamu bisa kerja di lingkungan luar kampus, kamu harus pastiin kalau perkuliahanmu enggak terganggu. Tanggungjawabmu sebagai mahasiswa tetep harus dijalanin dengan baik. Mencari uang di luar kampus butuh effort 2x lipat lebih besar dan bakalan ngerasain capek juga. Kamu harus bisa bagi waktu antara waktu kuliah, main, dan kerjaan sampingan kamu. Ingat ya, tugas utama kamu masih tetep sebagai mahasiswa. Di luar itu berarti kerja sebagai sampingan untuk cari uang tambahan kan. Okay tanpa berpanjang lebar, berikut beberapa kegiatan di luar kampus yang bisa bantu kamu menambah penghasilan:

1.   1.  Ikut Paid Volunteer. Ikut kegiatan kerelawanan yang berbayar biasanya waktunya di weekend dan kerjaannya tidak terlalu berat.

2.  2. Part Time menjadi guru tutor anak SD, SMP, SMA, dan Calon Mahasiswa. Range gaji/upah sebagai tutor beda-beda tergantung agen tutornya. Biasanya bayaran mulai dari 150 ribu/1 jam. Lumayan banget kan ini untuk isi waktu luang yang menghasilkan.

3.    3.  Part Time at Social Media Agency/ Marketing Agency. Part time ini biasanya lebih menyita banyak waktu kamu karena gaji/upahnya jauh lebih besardibandingkan dengan paid volunteer dan sebagai tutor. Oleh karena itu, kamu harus effort lebih banyak di waktu dan pikiranmu untuk kerja dibagian ini.

4.  4. Business Partner at Insurance Company/ Multilevel Marketing Company. Business partner ini biasanya waktunya juga lebih fleksibel dan penghasilan yang bisa didapat jauh lebih besar dibandingkan dengan paid volunteer ataupun di social media agency.

Bedanya dimana ya sama Marketing Agency?

Marketing Agency itu hubungan kerjanya adalah antara klien yang memiliki produk meminta bantuan/ membayar jasa kepada Marketing Agency untuk mengurusi bagian pemasaran dan iklan produknya. Sedangkan business partner, kita ini menjadi bagian dari orang yang memiliki bisnis tersebut, menjual produk tersebut dan mendapatkan komisi dari hasil penjualan yang sudah kita peroleh dari hasil kita memasarkan produk ke banyak orang. Dengan demikian, itulah mengapa penghasilan yang didapatkan bisa jauh lebih besar tergantung pada sejauh mana keberhasilan kita memasarkan produk tersebut sebagaimana para pemiliki bisnis yang memasarkan produknya sendiri.

Lalu kalau Multilevel Marketing yang kayak gimana?

Aku yakin kalian pasti familiar sama produk Oriflame, JAFRA Cosmetics, HDI Partner, nah mereka semua adalah contoh bisnis yang menjalankan konsep Multilevel Marketing. Buat kalian yang udah pernah gabung jadi partner bisnis itu atau kalian punya temen yang join di bisnis itu, pasti tau kalau mereka biasanya menawarkan produk-produk dari perusahaan dimana mereka join dan mereka akan mendapatkan komisi dari hasil penjualannya. Semakin banyak orang yang bergabung melalui dirimu atau semakin banyak produk yang dijual, maka dia akan mendaoatkan komisi yang banyak pula. Penghasilannya bisa dikatakan sebanding dengan apa yang mereka lakukan.

5.   5. Join bisnis dengan teman. Join bisnis ini membutuhkan effort yang besar karena selain sebagai pemilik bisnis, biasanya join bisnis dengan teman dilakukan masih dalam skala kecil dan penuh perjuangan. Saat kita memulai suatu bisnis yang dimulai dengan teman, pasti membutuhkan modal dari segi material dan juga tenaga serta pikiran yang dating dari pemiliki bisnis itu sendiri. Kalau skalanya sudah besar, maka kita bisa menjadi investornya saja dan melakukan monitoring terhadap bisnis yang dijalankan. Akan tetapi, ini perlu waktu yang cukup lama untuk memanen hasilnya. Karena laba yang diperoleh sebaiknya diinvestasikan ulang agar bisnisnya jauh lebih berkembang dan dapat laba yang lebih banyak.

6.    6.   Freelancer di platform online. Freelance di platform online menawarkan kemudahan untuk kita yang tidak suka moving on/ berpindah-pindah saat bekerja sambal kuliah. Freelance ini bisa dilakuin Cuma dari rumah aja. Kita tinggal buka platform online, website freelancer di browser, lalu kita bisa ambil kerjaan di sana. Tapi, untuk bisa kerja sebagai freelancer ini harus punya skill and portofolio yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh para pemberi kerja. Untuk dapetin satu project freelancer ini biasanya susah banget, tapi kalau udah punya portofolio cukup banyak, akan lebih mudah. Kamu bisa kumpulin portofolionya dari hasil kegiatan kampus di kepanitiaan ataupun dari tugas-tugas kampus yang serupa dengan pekerjaan yang tersedia.

Semua list pekerjaan di atas adalah pekerjaan yang bisa menghasilkan uang di luar kampus, fleksibel bisa dilakuin dari rumah atau dari mana aja karena Sebagian besar pekerjaannya adalah jenis remote working. Jadi, buat kalian semua yang lagi cari kerjaan sampingan bisa banget dilakuin kok.

Sebenernya enggak Cuma mahasiswa aja, buat siapapun yang butuh penghasilan tambahan juga bisa asal kalian mampu bagi waktu antara pekerjaan yang utama dan pekerjaan sampingan ini. Ingat juga ya, harus tetap jalankan keduanya dengan seimbang agar hasilnya bisa berbuah baik semuanya.

Nah, dari semua itu kalian tertarik yang mana nih? Kalau aku sih lebih baik coba semuanya. Aku akan sharing juga pengalaman aku mengikuti pekerjaan-pekerjaan sampingan itu ya. Cek postingan lainnya di web aku ini atau di youtube ya..

Baiklah, sekian sharing dari aku. Untuk kenal lebih lanjut, bisa mampir ke Channel YouTube aku di “Ramira Story” atau di Instagram di @rachma_utami. See you all.

               

Kamis, 26 November 2020

Hari Perdamaian Internasional: Perdamaian Memberikan Kebahagiaan

Hari Perdamaian Internasional

Perdamaian Memberikan Kebahagiaan

 

            Hari Perdamaian Internasional diperingati setiap tanggal 21 September sejak tahun 1982 sebagai upaya perdamaian dunia yang secara khusus mengakhiri perang dan kekerasan. Hal ini ditetapkan melalui Majelis Umum PBB, Resolusi Nomor 55/282 tahun 1991. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan adanya Hari Perdamaian untuk memperingati dan memperkuat cita-cita perdamaian seluruh bangsa-bangsa di dunia. Pada tahun 2013, pertama kalinya momentum Perdamaian Internasional didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk Pendidikan perdamaian sebagai pencegahan penting untuk mencegah terjadinya peperangan berkelanjutan dikemudian hari. Ada 193 negara di dunia yang turut berkomitmen mewujudkan perdamaian dunia. Negara-negara anggota PBB tersebut sepakat bahwa penting untuk menciptakan Langkah-langkah demi mencapai pemerataan pembangunan sosial ekonomi dan hak akan perlindungan bagi setiap manusia.

Semua berkomitmen dalam membangun perdamaian di tengah perbedaan budaya masyarakat. Laki-laki maupun perempuan harus saling berkontribusi membangun perdamaian hingga membentuk kekuatan solidaritas global. Indonesia sebagai negara yang berdaulat memiliki peran yang penting dalam mewujudkan Perdamaian Dunia. Sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia bertekad untuk mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Indonesia memiliki jejak kontribusi yang baik terhadap Perdamaian Internasional, diantaranya:

a.     Konferensi Asia Afrika, sebagai salah satu pelopor lahirnya Konferensi Asia Afrika bersama Pakistan, India, Bangladesh, dan Myanmar dengan tujuan untuk menghimpun persatuan negara-negara Asia-Afrika yang baru merdeka saat itu, mempromosikan perdamaian, meningkatkan Kerjasama antar negara, dan mengakhiri segala bentuk penjajahan.

b.     Kontingen Garuda, sejak 1957 hingga saat ini. Indonesia bersama beberapa negara lainnya bersama-sama menjadi bagian yang turut terlibat dalam aksi mewujudkan misi perdamaian dunia.

c.     Gerakan Nonblok tahun 1961. Indonesia sebagai salah satu negara pelopor himpunan negara yang tidak beraliansi dengan negara-negara yang memiliki kekuatan besar dunia. Hal ini dilakukan tentunya untuk menghindari adanya konflik dan peperangan yang berkelanjutan. Perdamaian sebagai tujuan utama.

d.      Membentuk ASEAN tahun 1967. Indonesia sebagai salah satu pelopor berdirinya perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN dibentuk sebagai upaya membangun Kerjasama sosial, ekonomi, dan politik selruh negara di Asia Tenggara sehingga dapat tercipta perdamaian.

e.     Dewan Keamanan PBB. Pada tanggal 8 Juni 2018, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 bersama Jerman, Afrika Selatan, Belgia, dan Republik Dominika. Periode ini adalah keempatkalinya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang sebelumnya terlaksana untuk periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Kemudian, bagaimana kontribusi Pekerja Sosial dalam mewujudkan perdamaian dunia? Pekerja Sosial dapat menjalankan tugasnya sebagai manusia yang membantu mengembalikan keberfungsian sosial setiap individu hingga masyarakat yang lebih luas. Setiap manusia unik, setiap dari kita adalah bentuk kesempurnaan ciptaan Tuhan. Setiap individu memiliki Hak Asasi Manusia. Atas dasar hak asasi manusia, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan kebebasan mementukan pilihan hidup mereka. Pekerja sosial dapat bertindak dari setting mikro, mezzo, makro. Pekerja sosial dapat berperan sebagai edukator dan fasilitator, membantu masyarakat memahami diri mereka sendiri dan komunitas tempat tinggal mereka. Bertindak sebagai broker dan advokat untuk membantu masyarakat memperoleh hak mereka. Kemudian, turut ikut serta dalam perumusan kebijakan yang tepat dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Sesuai dengan tema Hari Perdamaian tahun 2020, yaitu “Membentuk Kedamaian Bersama”, momentum ini hadir untuk bersama-sama memerangi kondisi pandemic dengan menebarkan kasih sayang dan harapan yang terbaik. Harapan bahwa pandemic Covid-19 segera berakhir dan mengawali situasi dunia yang baru, budaya baru, dan tetap membangun perdamaian antar bangsa-bangsa. Indonesia bersama negara anggota PBB lainnya turut serta dalam upaya menghadapi pandemic melalui Alliance for Multilateralisme, penguatan Kerjasama Multilateral sebagai pembaruan komitmen global yang membahas mengenai kemanusiaan, siber, keterbukaan informasi, dan demokrasi, iklim, dan keamanan, gender, serta pandemic Covid-19.

 Kita yang tinggal di Indonesia dengan keberagaman budaya yang luar biasa penting untuk menciptakan perdamaian dengan bersikap baik minimal bagi keluarga dan orang-orang di lingkungan sekitar kita. Semakin banyak menebar kebaikan, semakin kuat solidaritas terbangun. Meskipun harus berjarak, bukan berarti tidak ada kekuatan yang dapat diciptakan. Setiap manusia unik, setiap dari kita adalah bentuk kesempurnaan ciptaan Tuhan. Mari kita satukan kekuatan untuk menghadapi pandemic Covid-19 tanpa ada diskriminasi, ujaran kebencian, ataupun pemberitaan hoax media sosial. Semua mengalami dampak pandemic sehingga penting bagi kita untu saling menguatkan dengan doa serta harapan yang terbaik.

 

Ditulis oleh: Rachmah Bekti Utami 

Untuk info atau tanya-tanya, via email aku yaa... 

rahmautami28@gmail.com 


Sumber Referensi:

“Dunia Hadapi Pandemi, Menlu Retno Tegaskan Multilateralisme Tetap Solusi Terbaik” Diakses melalui: https://kemlu.go.id/portal/id/read/1722/berita/dunia-hadapi-pandemi-menlu-retno-tegaskan-multilateralisme-tetap-solusi-terbaik

“Tentang Indonesia Pada DK PBB” Diakses melalui: https://kemlu.go.id/portal/id/read/148/halaman_list_lainnya/tentang-indonesia-pada-dk-pbb

TED TALK: HOW TO GAIN CONTROL OF YOUR FREE TIME by Laura Vanderkam

  TED TALK: HOW TO GAIN CONTROL OF YOUR FREE TIME by Laura Vanderkam   Link video: https://www.youtube.com/watch?v=n3kNlFMXslo I wrot...